09 Februari 2013

Penyakit yang Paling Menyakitkan


Namanya penyakit tentu akan membuat tubuh terasa menyakitkan. Namun dari sekian banyak penyakit, ternyata ada beberapa penyakit yang jadi 'juara' dan dianggap sebagai penyakit yang paling terasa menyakitkan.

Berikut 6 penyakit yang dianggap paling menyakitkan, seperti dilansir Listverse, Selasa (5/2/2013):

1. Batu Ginjal (Nephrolithiasis)

Nyeri karena batu ginjal dianggap menimbulkan rasa paling menyakitkan yang bisa dirasakan oleh manusia, tanpa menyebabkan kematian atau reaksi shock. Banyak tenaga kesehatan yang membandingkan rasa sakitnya dengan proses persalinan, hingga terkadang meresepkan narkotika untuk meringankan pasien dengan serangan besar.

Penyakit ini terjadi akibat adanya massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menimbulkan penyumbatan atau juga infeksi. Batu tersebut bisa terbentuk di ginjal maupun di kandung kemih.

2. Cluster Headache

Cluster headache atau sakit kepala cluster adalah sejenis migrain (sakit kepala sebelah) yang setidaknya memberikan intensitas sakit 10 kali lebih kuat. Tidak seperti migrain sederhana yang umum mempengaruhi pasien wanita, sakit kepala cluster lebih sering terjadi pada pria dewasa dan muda, terutama ras Kaukasia.

Saat terjadi serangan, akan terasa nyeri yang begitu kuat dan diibaratkan seperti petir yang menyerang belakang mata. Pasien biasanya datang dengan pemikiran akan mati. Sayangnya, serangan dapat terjadi secara berulang dan belum ada pengobatannya.

3. Batu Empedu

Batu empedu adalah endapan kecil keras, sebagian besar terbuat dari kolesterol yang terbentuk di kantung empedu saat empedu menjadi jenuh dengan lemak. Orang obesitas lebih rentan mengalaminya, dan penderita sebagian besar adalah perempuan.

Ketika kantung empedu berkontraksi setelah makan lemak tinggi, batu dapat 'diusir' dari tempat tersebut dan berjalan melalui saluran empedu umum. Kondisi inilah yang menyakitkan. Rasa sakitnya cukup kuat yang membuat pasien tak mampu bergerak.

4. Torsi Ovarium dan Testis

Dua kondisi ini bisa membuat perempuan dan laki-laki meringis kesakitan karena menyentuh bagian paling intim dari tubuhnya. Torsi ovarium atau testis terjadi ketika bagian tubuh tersebut memutar pada ligamen sendiri.

Hal ini dapat terjadi secara spontan, yang berarti membuat orang sehat mengalami penderitaan ekstrem dalam hitungan detik. Kondisi ini membutuhkan operasi darurat untuk menyelamatkan organ yang terkena dan mencegah kemandulan.

5. Radang Selaput Perut (Peritonitis)

Ini merupakan kondisi serius meskipun komplikasi umum dari berbagai masalah perut yang melibatkan proses inflamasi, seperti radang usus buntu, kolesistitis (radang kandung empedu), divertikulitis atau bahkan infeksi cairan yang berasal dari kista pecah.

Nyeri perut yang kuat terkait dengan infeksi ini merupakan salah satu yang terkuat di bumi, juga merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan membutuhkan pembedahan darurat.

6. Infeksi Telinga (Otitis)

Siapa pun yang pernah punya kemalangan mendapatkan infeksi telinga akan mengatakan betapa menyakitkannya kondisi tersebut. Selanjutnya, tergantung pada jenis otitis Anda alami, bisa juga disertai vertigo yang parah, yang membuat membuat berdiri saja sangat sulit.

Lahir Kelainan Jantung, Seorang Bayi Dipasangi Pembuluh Darah Sapi


Edinburgh, Inggris, Seorang bayi dilahirkan dengan cacat jantung langka. Salah satu pembuluh darahnya terlalu besar sehingga mengalirkan darah berlebihan ke jantung. Pembuluh darahnya kemudian ditambah dengan pembuluh darah sapi agar fungsi tubuhnya dapat berjalan normal.

Bayi bernama Caitlin Hartley ini sempat menjalani 4 kali operasi karena jantungnya berhenti berdenyut selama 3 menit dan paru-parunya tidak berfungsi. Lewat perjuangan keras, Caitlin berhasil melalui semua operasi ini dan kini bisa tersenyum lebar di usianya yang mencapai 16 bulan.

"Caitlin menakjubkan. Dia dengan cepat sehat kembali. Dia tidak pernah tinggal di rumah sakit lebih dari 10 hari setelah operasi. Kami selalu waspada jika dia pilek atau tampak sedikit sakit, bisa jadi ada yang salah dengan jantungnya. Tapi dia seperti sebongkah energi dan kami harus tetap positif," kata ibunya, Marie (32) seperti dilansir Daily Mail, Jumat (8/2/2013).

Caitlin dilahirkan di Edinburgh Royal Infirmary pada tanggal 20 September 2011. Setelah dilahirkan, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelainan jantung yang disebut truncus arteriosus. Kelainan ini amat langka, hanya terjadi pada kurang dari 1 di antara 10.000 bayi.

Jika pembuluh darah arteri yang normal ada 2, yaitu yang mengalirkan darah keluar dari sisi kiri dan kanan jantung, maka Caitlin hanya memiliki satu arteri yang besar. Akibatnya aliran darah dari jantung yang masuk ke paru-paru jadi terlalu banyak.

Pada bulan Oktober 2011, ia menjalani operasi untuk memasang pembuluh darah sapi di Rumah Sakit Anak Yorkhill di Glasgow. Operasi ini berhasil, namun sempat membuahkan komplikasi. Ketika itu jantungnya berhenti berdenyut selama 3 menit sehingga harus dikejutkan dan diberi adrenalin.

Pada bulan Februari 2012, Caitlin dioperasi lagi untuk memasang stent agar tekanan di jantungnya berkurang. Operasi ini berjalan lancar, namun beberapa waktu kemudian paru-parunya tidak berfungsi sehingga lagi-lagi masuk kamar operasi dan dirawat selama 7 hari.

Bayi kecil ini kembali menjalani operasi jantung pada bulan Agustus dan Oktober 2012 untuk menambah 3 stent lagi pada pembuluh darahnya. Untuk membiayai operasi Caitlin, sang ayah berjanji akan melakukan lari maraton sejauh 2.013 km demi menggalang donasi sebanyak 10.000 poundsterling atau sekitar Rp 152,25 juta.

Sampai saat ini Februari 2013, ayah Caitlin telah mendaftarkan diri pada 8 perlombaan maraton, setengah maraton dan berbagai perlombaan lari di seluruh Inggris agar dapat mencapai target. Tanggal 1 Januari 2013 lalu, ia sudah berhasil berlari sejauh 188 km, setara dengan 4,5 maraton.

Pertama di Dunia, Dokter Gunakan GPS untuk Operasi Jantung


Jakarta, Teknologi GPS atau Global Positioning System umumnya digunakan untuk keperluan menavigasi arah saat berkendaraan atau bepergian. Di dunia kedokteran, alat ini juga bisa amat bermanfat untuk menavigasi dokter saat melakukan operasi.

Teknologi ini ternyata dapat membantu dokter mengarahkan target operasi dengan akurat. Profesional medis di Massachusetts General Hospital mencobanya untuk mengobati fibrilasi atrium, yaitu kelainan detak jantung yang paling sering ditemui.

"Kami melakukannya hari ini untuk pertama kalinya, ini belum pernah dilakukan sebelumnya," kata dr Moussa Mansour, direktur Laboratorium Elektrofisiologi Jantung dan Program Fibrilasi Atrium di Massachusetts General Hospital seperti dilansir CBS News, Sabtu (9/2/2013).

Ketika terjadi atrial fibrilasi, jantung mengirim sinyal dengan cepat ke atrium atau ruang atas jantung. Detak jantung jadi cepat dan tak teratur. Darah yang berkumpul di atrium tidak dipompa ke ventrikel atau ruang bawah jantung. Akibatnya penderita merasa kelelahan dan sesak napas.

Gangguan ini dapat terjadi sesekali atau berkelanjutan selama beberapa tahun. Tiap kali muncul, gangguan ini bisa merusak tubuh. Fibrilasi atrium dapat meningkatkan risiko stroke dan menyebabkan nyeri dada atau gagal jantung kongestif.

Diperkirakan ada 2,66 juta orang yang memiliki kondisi ini di seluruh dunia. Risikonya meningkat seiring pertambahan usia. Untuk mengobati gangguan tersebut, pasien harus menjalani beberapa kali pemeriksaan sinar X. Padahal penyinaran tersebut jika terlalu banyak dapat menyebabkan kanker.

Oleh karena itu, dokter menggunakan alat yang disebut Mediguide, yaitu gabungan teknologi sinar X dengan GPS. Alat ini memungkinkan dokter meletakkan kateter dari kaki menuju jantung untuk mengatasi gangguan fibrilasi atrium. Dengan cara ini, paparan radiasi sinar X bisa dikurangi hingga 90 persen.

"Harapannya dengan sistem baru ini kita akan mendapatkan manfaat dari pemeriksaan dengan risiko paparan radiasi yang minim," kata Mansour.


sumber : detik.com

01 Februari 2013

NASA Uji Robot Montir di Luar Angkasa


Astronesia-Badan Antariksa National Aeronautics and Space Administration (NASA) menguji kemampuan robot yang dapat memperbaiki dan mengisi kembali bahan bakar satelit. 

Dilansir MSN, Jumat (25/1/2013), Robotic Refueling Mission (RRM) ciptaan NASA, kembali beroperasi setelah insinyur selesai menganalisis beban dan batas software untuk robot Dextre di stasiun luar angkasa.

Dextre berada di ujung lengan robot besar laboratorium Canadarm2, yang akan melakukan simulasi pengisian bahan bakar. Selain itu, robot juga ditugaskan untuk memperbaiki platform yang ditempatkan di bagian luar stasiun luar angkasa.

Robot telah memulai pengujian pada 14 Januari 2013, namun terkendala lantaran adanya kesalahan software. Modul RRM terdiri dari peralatan yang diperlukan untuk mendemonstrasikan pengisian bahan bakar.

Modul ini telah diluncurkan ke stasiun luar angkasa pada Juli 2011 dengan mengunakan pesawat luar angkasa Atlantis. Peluncuran armada Atlantis yang mengangkut modul RRM, menandakan penerbangan terakhir dalam program pesawat ulang alik yang telah beroperasi selama 30 tahun.

Tujuan percobaan ini adalah untuk menunjukkan kemampuan teknologi robot, yang difungsikan untuk memperbaiki dan mengisi bahan bakar satelit. Sehingga, dengan bantuan robot tersebut, dapat menghemat biaya hingga miliaran dollar untuk mendukung misi luar angkasa jangka panjang.

Sumber : Okezone.com

Badai Matahari 2013 Ancam Bumi




Ilmuwan dan sejumlah peneliti antariksa di dunia memprediksi dan memperingatkan akan terjadi suatu ledakan energi matahari yang mengakibatkan timbulnya badai matahari pada pertengahan tahun 2013 dan bisa melumpuhkan Bumi tahun mendatang. Para peneliti khawatir ledakan besar itu terjadi pada tahun 2013 dan bisa menyebabkan pemadaman listrik secara total di seluruh dunia dan kekacauan global. Indikasi tersebut berdasar pada aktivitas matahari yang saat ini terus meningkat. Aktivitas matahari ini berupa medan magnet, bintik matahari, ledakan matahari, lontaran massa korona, angin surya, dan partikel energetik.

Seperti dilansir The Sun, potensi bencana yang terjadi sekali dalam seabad ini bisa membawa ancaman serius pada sejumlah fasilitas vital: kerusakan jaringan listrik, hancurnya sistem komunikasi, pesawat jatuh, dropnya stok pangan dunia, dan porak-porandanya jaringan Internet. 

"Pada 2012 hingga 2015 bintik matahari diperkirakan mencapai titik yang sangat banyak dan itu akan memicu banyak ledakan," ujar Dra Clara Yono Yatini, MSc, Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), di sela-sela sosialisasi fenomena cuaca antariksa 2012-2015 di Denpasar, Bali. Namun, menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena badai matahari tidak akan menghancurkan peradaban dunia. "Dampak badai matahari hanya merusak sistem teknologi saja," tegas Clara Yono. 

Bencana sejenis disebutkan pernah terjadi pada tahun 1859 dan mendatangkan kerusakan dahsyat di Eropa dan Amerika. Saat itu dilaporkan kawat telegraf terbakar habis. Bahkan, saat itu diberitakan dua pertiga langit di Bumi diselimuti cahaya aurora berwarna merah darah.

Peringatan malapetaka ini yang mengingatkan pada gambaran kiamat di film '2012' ala Hollywood tak kurang membuat was-was Menteri Pertahanan Inggris, Liam Fox. Dia lalu menggelar konperensi darurat di London. Fox yang bergelar doktor mengatakan bencana yang dampaknya sulit diukur dan diprediksi ini bisa mengakibatkan kerusakan berskala hebat. Dan jika benar terjadi, maka badai matahari itu bisa menciptakan kerusakan yang jauh lebih berbahaya ketimbang ledakan serupa pada tahun 1859.

Dan lalu meminta para ilmuwan untuk menyusun strategi guna mengantisipasinya. Konferensi yang diselenggarakan oleh Dewan Keamanan Infrastruktur Listrik Inggris itu mendengar paparan dari para ahli bahwa Matahari akan mencapai tahap kritis dari siklusnya di tahun 2013 mendatang.

Ketika itu, gelombang energi magnetik yang tercipta di atmosfer diperkirakan akan memicu badai radiasi yang menyebabkan lonjakan energi berkekuatan besar. Akibatnya, akan tercipta badai awan di kota-kota besar dunia seperti London, Paris, dan New York. Pada tahun 1989, bencana serupa yang berskala kecil sempat mengganggu pembangkit listrik di Quebec, Kanada.

Mantan penasihat pertahanan pemerintah AS, Dr. Avi Schnurr, juga memperingatkan, "Badai geomagnetik bisa menghancurkan negara-negara di muka bumi. Kita tidak bisa berpangku tangan menunggu bencana itu datang."